Business Model Canvas


Hai guys.. selamat datang kembali di blog aku :)
Seperti biasanya, setiap sekali dalam satu minggu pastinya aku akan memposting artikel-artikel seru dan juga tentunya sangat bermanfaat bagi para pembaca seperti kalian. Sesuai judul, kali ini aku ingin membagi informasi mengenai Business Model Canvas (BMC), apakah kalian tau apa itu BMC ??? Tanpa panjang lebar, yuk simak pembahasannya!



Harus kita ketahui dulu, bahwa Business Model sendiri merupakan suatu metode dalam melakukan bisnis yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk dapat mempertahankan bisnisnya dan dapat menghasilkan pendapatan. Business model menggambarkan bagaimana suatu perusahaan menghasilkan uang dengan menentukan dimana posisinya dalam rantai nilai.

Business model berfungsi untuk mendefinisikan struktur dari rantai nilai yang ada diperusahaan yang dibutuhkan dalam pendistribusian, memperkirakan struktur biaya dan keuntungan potensial dalam membuat penawaran, menidentifikasi segmen pasar, dan menggambarkan posisi perusahaan dalam jaringan nilai yang menghubungkan antara perusahaan penyedia bahan/kebutuhan dengan pelanggan.

Selanjutnya, mengenai Business Model Canvas (BMC) yang merupakan sebuah alat representasi visual yang dapat menjelaskan secara komprehensif sebagai proses bisnis. Dengan BMC, kita dapat memahami sebuah bisnis secara garis besar tanpa harus membuat dokumen rencana binis yang panjang lebar. Konsep BMC mengandalkan gambaran ide sehingga setiap orang memiliki pemahaman yang sama dan rill terhadap tipe-tipe konsumen mereka, pengeluaran biaya, cara kerja perusahaan dan sebagainya.

Dalam BMC terdapat sembilan building blocks yang merangkum proses bisnis, meliputi:
  • Customer segments, dalam bagian ini kita dituntut untuk menentukan segmentasi pelanggan yang bisa menjadi target bisnis.
  • Vakue proposition, setelah menentukan segmentasi pelanggan, kita harus mulai membuat penjelasan dan rincian dari keunggulan produk, serta apa saja poin-poin yang bisa mendatangkan manfaat yang ditawarkan perusahaan untuk target pelanggannya.
  • Channels, dalam hal ini kita mulai menentukan media apa yang ingin digunakan untuk memasarkan produk yang ingin dijual. Serta menyampaikan value propositions kepada customer segments dengan jelas.
  • Reveneu streams, dalam elemen BMC ini perusahaan bisa memperoleh pendapatan dari pelanggan. Oleh karena itu kita harus mengelola elemen ini dengan baik dan memastikan tidak ada bahan baku, produk, atau kinerja yang tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk mendapatkan keuntungan besar.
  • Key resource, merupakan elemen BMC yang berisi daftar sumber daya yang sebaiknya direncanakan dan dimiliki perusahaan. Dalam pengelolaannya harus dengan baik, karena hal ini berdampak pada jangka panjang terhadap bisnis.
  • Customer relationship, hal ini menunjukkan pelanggan suatu hal penting yang memengaruhi keberhasilan sebuah bisnis. Jalinan hubungan yang dengan pelanggan, membuat pelanggan tidak mudah berpaling ke bisnis lainnya.
  • Key activities, merupakan semua aktivitas yang berhubungan dengan produktivitas bisnis dan berkaitan dengan sebuah produk.
  • Key partnership, berfungsi untuk pengorganisasian aliran produk atau layanan lainnya. Key partnership memberikan efisiensi dan efektivitas elemen key activities yang telah dibuat.
  • Cost structure, merupakan struktur pembiayaan bisnis. Dalam hal ini kita harus bisa mengelola biaya secara efisien agar pengeluaran bisnis menjadi lebih hemat. 
Contoh BMC

sumber: https://seputaranmodel.blogspot.com/2019/02/contoh-bisnis-model-kanvas-makanan.html



Nah begitulah penjelasan mengenai Business Model Canvas (BMC), semoga ini berguna bagi kalian ya.. Seperti biasanya, kalian bisa request pembahasan lainnya dengan berkomentar dibawah ini ya.. Sekian dari aku, sampai ketemu di artikel selanjutnya.. bye..

Komentar